MUTIARA AL-QUR’AN (Bagian XXIX / dua puluh sembilan)
KEMU’JIZATAN AL-QUR’AN
SEGALA SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN AL-QUR’AN LUAR BIASA
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Dalam menghadapi panggilan Allah melalui rasul-Nya yang membawa kebenaran yang tidak mungkin untuk diragukan, seringkali ditemukan manusia-manusia yang angkuh dan sombong, yang tidak mau tunduk kepada Rasul yang membawa kebenaran itu , karena Rasul itu adalah manusia yang sama dengan mereka, kecuali kalau Rasul itu membawa kekuatan atau hal-hal yang luar biasa yang dapat melemahkan mereka. Sehingga mereka akhirnya mau mengikuti ajaran Rasul tersebut karena percaya bahwa kekuatan atau hal yang luar biasa tersebut itu datang dari kekuatan langit atau dari yang maha kuasa. Kekuatan yang luar biasa seperti itu disebut dengan mu’jizat.
Menurut bahasa kata mu’jizat bersal dari kata I’jaz yang berarti melemahkan, sedangkan menurut istilah mu’jizat berarti kejadian yang luar biasa yang terdapat pada Rasul-rasul Allah untuk melemahkan musuh-musuhnya, sehingga mereka percaya bahwa dia adalah seorang Rasul.
Mu’jizat itu hanya diberikan oleh Allah kepada para nabi dan Rasulnya untuk menolong menumbangkan kepercayaan orang-orang yang mempertuhankan selain Allah. sebagai contoh kepada Nabi Ibrahim Allah memberikan mu’jizat tidak hangus dibakar api. Kepada Nabi Musa Allah menjadi kan tongkat yang bisa berobah menjadi ular, bisa membelah lautan dan bisa menjadi alat untuk mengeluarkan sumpermata air ketika tongkat itu dipukulkan kepada batu. Kepada Nabi Isa Allah memberikan mu’jizat bisa menghidupkan orang yang mati, menyembuhkan orang sakit dan bisa menyembuhkan orang yang buta menjadi bisa melihat. Nabi Yunus tidak mati di dalam perut Ikan bahkan ikan itu mengantarkannya ke tepi pantai sehingga dia bisa kembali kepada kaumnya.
Mu’jizat yang diberikan kepada nabi-nabi sebelum nabi Muhammad adalah mu’jizat yang bersifat materi indrawi dan terbatas dengan waktu dan tempat tertentu disebut dengan mu’jizat indrawi, sedangkan kepada nabi Muhammad disamping ada mu’jizat indrawy seperti membelah bulan menjadi dua bagian, kerikil yang ada di tangannya mengucap kalimat tasbih, memancarnya air dari sela-sela jemarinya, serta beliau mampu mengubah makanan sedikit menjadi banyak hingga mencukupi kebutuhan orang banyak; Maka kepada beliau Allah memberikan mu’jizat Aqly dalam bentuk Al-Qur’an yang mampu melemahkan akal dimana aqal tidak bisa menandinginya dan berlaku sepanjang masa dan di mana saja. Mu’jizat seperti inilah yang disebut dengan kemu’jizatan Al-Qur’an yang akan kita bicarakan dalam tulisan ini.
Sebagai contoh sederhana tentang kemu’jizatan Alqur’an yang mat luar biasa adalah dari segi jumlah kata-kata yang amat mempesona; kita mengetahui bahwa jumlah hari dalam setahun adalah 365 hari, maka kalau kita menghitung jumlah kata yang berarti hari ditemukan 365 kali dalam Al-Qur’an persis sama dengan jumlah hari dalam setahun.
Jumlah bulan dalam setahun adalah dua belas bulan, maka jumlah kata yang berarti bulan ditemukan juga 12 kali di dalam Al-Qur’an.
Kata tawaf ditemukan tujuh kali sesuai dengan jumlah tawaf yang dilakukan pada waktu haji/umrah.
Kata Fardhu 17 kali sebanyak jumlah raka’at shalat sehari semalam, sedang kan kata Qashar 11 kali sama dengan jumlah raka’at shalat kalau kita mengqashar. Bahkan kata sujud 34 kali sama dengan jumlah sujud dalam 17 raka’at shalat fardhu.
Begitu juga kata kata yang berlawanan ditemukan dalam jumlah yang sama seperti :
Kata dunia 115 kali sedangkan lawannya kata akhirat juga 115 kali.
Kata hayat (hidup) 145 kali sedangkan lawannya kata maut juga 145 kali
Kata malaikat 88 kali sedangkan lawannya kata Syetan juga 88 kali
Kata hasanah (kebaikan) 184 kali sedangkan kata sayyi-ah (kejahatan) juga 184 kali
Kata rijal (laki-laki) 24 kali sedangkan kata imra-ah (perempuan) juga 24 kali
Luar biasa! sekali lagi memang luar biasa!, karena dia adalah mu’jizat, Firman Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu lagi maha bijaksana, yang di tangannya kendali seluruh langit dan bumi , yang semuanya bergerak dengan serba keteraturan. Maka alangkah mulianya seorang hamba yang mampu menyimpan mutiara-mutiara dan intan permata Al-Qur’an itu di dalam dadanya, direlung-relung sanu barinya, karena tidak sedikit dari ummat Islam yang menyimpan ribuan ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi mu’jizat itu di dalam hatinya dari dahulu sampai sekarang bahkan sampai akhir zaman . dimana mereka menyandang titel haafizul-Qur’an atau penghapal Al-Qur’an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar